Hasil Observasi
Tentang Keberadaan Desa Bandungharjo
Kec. Donorojo
Kab. Jepara
Dibuat untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan
Dosen Pengampu: Wahidullah, S.H.I., M.H
Disusun oleh,
Nama : Risna Julia Mafrikha
NIM : 181310003982
Mahasiswi Pendidikan Agama Islam Semester 1 di Fakultas Tarbiyah
dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Nahdlatul Ulama’ Jepara, Jawa Tengah Tahun
2018
|
Bandungharjo
|
|
|
59454
|
|
|
Luas
|
1.049 ha
|
|
Jumlah penduduk
|
7.462 jiwa
|
|
Kepadatan
|
500/km-
|
- Sejarah
Sejarah
singkat tentang Desa Bandungharjo mempunyai makna dari dua kata yaitu Bandung
dan Harjo. Bandung artinya Bersama-sama dan Harjo artinya Sejahtera asal mula
adanya desa Bandungaharjo yaitu pada zaman dahulu ada 3 pendekar dari lereng
gunung muria yang disebut pendekar candi angin disana ada sebuah padepokan
milik seorang pertapa yang bernama Eyang Wigu Jati dan memunyai 3 murid yang
bernama Bagus Padang, Maya pati dan wangsa guna. Tidak lama kemudian mereka telah
berhasil menimba ilmu dari Eyang Wigu Jati. Kemudian eyang wigu jati mengutus mereka untuk mengembara
kesebuah hutan untuk dijadikan sebuah pemukiman yang hutan tersebut dikelilingi
oleh sungai yang bernama Sungai Gelis.
Mereka
telah berhasil menjadikan sebuah hutan menjadi sebuah pemukiman yang pada saat
itu disebut Bandung Padang. Kepala desa saat itu adalah bekel Trunojoyowonso
bekel adalah nama kepala desa pada saat itu. Kemudian, Mbah KH. Abdulloh
Mathori yaitu salah satu kholifah mengganti nama Bandung Padang menjadi Bandung
Mrican karena disana banyak ditanami tumbuhan merica. Generasi ke generasi
Bandung Mrican mempunyai banyak dukuh atau dusun dan nama Bandung Mrican
berubah menjadi Bandungharjo sampai sekarang dukuh-dukuh tersebut masih banyak
diantaranya: tengger, nglembah, nganjun, jatitumpang, ngembes, mrican, kedowo,
moyo, bakalan, ngrowo, bengkok,
ngrandon, bantunan, grenjengan, barus rejo, dan dukuh dipesisir pantai yaitu
kisek.
- Geografis
a. Letak wilayah
Berdasarkan
peta, Desa Bandungharjo berbatasan dengan beberapa desa yaitu:
·
di
sebelah barat, Desa BUMIHARJO
·
di sebelah
timur, Desa BANYUMANIS
·
di
sebelah selatan, Desa TULAKAN
· di
sebelah utara, LAUT JAWA
b. Kekayaan dari aspek Geografi
Desa Bandungharjo mempunyai kekayaan alam yaitu dari sektor
pertanian dan sektor kelautan.
- DEMOGRAFIS
Penduduk didesa
Bandungharjo seluruhnya berjumlah 7.462 jiwa
Berdasarkan Gender
➤ Laki-laki
49%
➤Perempuan
51%
Berdasarkan Usia
|
37%
|
Berusia di bawah
15 tahun |
|
|
61%
|
|
Berusia antara
15-65 tahun |
|
3%
|
|
Berusia di atas
65 tahun |
- Berdasarkan pekerjaan
|
|
30% mayoritas perempuan
PELAJAR/MAHASISWA |
|
|
30% mayoritas laki-laki
WIRASWASTA |
|
|
29% di antaranya
PELAJAR/MAHASISWA |
Berdasarkan
status
|
49% sudah menikah
|
|
|
42% belum menikah
|
|
|
8% janda/duda
|
|
Riwayat
pemerintahan
|
NO
|
NAMA
|
JABATAN
|
MASA
|
|
1
|
Trunojoyowongso
|
Bekel
|
Tidak diketahui
|
|
2
|
Buyut
Belang
|
Bekel
|
Tidak
diketahui
|
|
3
|
Kromo
Kawuk
|
Bekel
|
Tidak
diketahui
|
|
4
|
Gejot
|
Bekel
|
Tidak
diketahui
|
|
5
|
Samsi
|
Petinggi
|
1883-1912
|
|
6
|
Marto
Salem
|
Petinggi
|
1913-1914
|
|
7
|
Morojoyo
|
Petinggi
|
1915-1916
|
|
8
|
Mo Paiman
|
Petinggi
|
1917-1930
|
|
9
|
H. Abdul Hirkam
|
Petinggi
|
1931-1945
|
|
10
|
Sutikno
|
Petinggi
|
1946-1960
|
|
11
|
Kanapi
(Abdul Jamal)
|
Petinggi
|
1961-1962
|
|
12
|
Sutiyono
|
Petinggi
|
1963-1988
|
|
13
|
Soebekti
|
Pjs.
Kepala Desa
|
1989
|
|
14
|
Ahmad
Khanib
|
Kepala
Desa
|
1990-1991
|
|
15
|
Bambang
Susilo
|
Pjs.
Kepala Desa
|
1992-1993
|
|
16
|
Sukarman
|
Kepala
Desa
|
1994-1997
|
|
17
|
Bambang
Susilo
|
Pjs.
Kepala Desa
|
1998
|
|
18
|
Suyuthi
|
Kepala
Desa
|
1999-2007
|
|
19
|
H. Muh
Sulhan
|
Pjs.
Kepala Desa
|
Okt-Nov
2007
|
|
20
|
Suyuthi
|
Petinggi
|
Des
2007-2013
|
|
21
|
Siswanto
|
Petinggi
|
2013-Sekarang
|
- APBDes 2018
PEMDES BANDUNGHARJO
Sebagai salah satu bentuk transparasi publik sesuai dengan Perdes
No. 03 Tahun 2018.
Pendapatan Desa: Rp. 2.691.113.000,.-
Meliputi:
➪ Pendapatan Asli Desa (PAD) 15%
➪ Dana Desa (DD) 44%
➪ Alokasi Dana Desa (ADD) 22%
➪ Hasil Pajak dan Retribusi(BHP) 2%
➪ Bantuan Khusus Provinsi(BKP) 2%
➪ Bantuan Khusus Kabupaten(BKK) 15%
Di gunakan untuk belanja: Rp. 2.691.113.000,.-
Defisit/Surplus : Rp. 5.500.000,.
1.
Bidang
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa: Rp. 973.003.000,-
2.
Bidang
Pelaksanaan Pembangunann Desa : Rp.
1.203.539.500,-
3.
Bidang
Pembinaan Kemasyarakatan :
Rp. 56.860.000,-
4.
Bidang
Pemberdayaan Masyarakat :
Rp. 442.710.500,-
5.
Bidang
Tak Terduga :
Rp 15.000.000,-
Pembiayaan
Penerimaaan
pembiayaan SILPA tahun 2017 : Rp. 5.500.000,-
- Petilasan
Pada
saat itu, bakalan adalah sebuah pemukiman yang dibuka oleh Mayapati, dan
penghuninya pun sudah banyak. Maka, bakalan menjadi sebuah dukuh, yang bernama
Dukuh bakalan. Kepala dukuhnya yaitu Ki Bekel Mayapati yang kemudian dikenal
dengan Ki Bekel MOYO. Dahulu mbah Moyo mengembala kerbau namun, tiba-tiba
menghilang dengan kerbaunya. Dan disanalah tempat beliau menghilang. Dan
sekarang dijadikan sebagai petilasan.



